| Judul | : | Berpikir Baik, Merasa Baik, Menjadi Baik |
| Teknik Neusains Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif | ||
| Penulis | : | Nevzat Tarhan |
| ISBN | : | |
| Dimensi | : | 13 x 20,5cm |
| Isi | : | 268 halaman (bookpaper) |
| Sampul | : | Soft Cover |
| Terbit | : | April 2026 |
SINOPSIS:
BERPIKIR POSITIF, BERPERASAAN POSITIF, BERSIKAP POSITIF
Buku ini tidak sekedar mengajarkan kita cara berpikir, tetapi menjelaskan bagaimana cara
“berpikir yang benar”.
“Aku memang tidak bisa!”
“Apa pun yang kulakukan tidak ada manfaatnya.”
“Kenapa semua masalah selalu saja menimpa diriku?”
Kalimat-kalimat ini mungkin terdengar sepele. Padahal, sebenarnya otak kita merekam pikiran-
pikiran seolah-olah itu adalah kenyataan, lalu mulai menjalaninya di dalam kehidupan.
Orang yang terus berkata, “Aku pasti gagal,” maka ia akan benar-benar gagal. Mereka yang
percaya bahwa semua masalah selalu datang kepadanya, ia akan terus mengalami peristiwa-
peristiwa negatif. Dan mereka yang meyakini bahwa usahanya tidak akan pernah membuahkan
hasil, tidak akan mampu bekerja dengan tekad dan kerja keras.
Di sinilah peran dari buku ini: mengantarkan kita dari pola pikir negatif menuju pola pikir
positif. Ketika cara berpikir kita berubah, hidup kita pun akan ikut berubah.
Prof. Nevzat Tarhan menguraikan cara-cara ilmiah untuk mengubah suara batin yang merusak
menjadi kekuatan yang membangun.
Mengubah satu pikiran bisa berarti mengubah satu kehidupan. Dan kehidupan yang berubah
itu… mengapa bukan hidup kita sendiri?
DAFTAR ISI
Tentang Penulis
Kata Pengantar
Pendahuluan
Mengapa buku ini ditulis?
Mengapa berpikir positif?
Tetap Positif dan Penuh Harapan di Tengah Zaman Serba Negatif
BAGIAN PERTAMA:
Neurosains Emosi dan Pikiran
Bagaimana Pikiran Terbentuk di Dalam Otak?
Sirkuit Saraf Pikiran Positif dan Negatif
Dua Jalur Otak: Ancaman dan Makna
Neuroplastisitas: Kekuatan Otak untuk Memperbarui Diri
Hubungan Pikiran dan Hormon: Kortisol vs Dopamin dan Serotonin
BAGIAN KEDUA:
Skema Pikiran, Emosi, dan Perilaku
Segitiga Kognitif: Siklus Pikiran–Emosi–Perilaku
Teori Distorsi Kognitif Beck dan Pola Pikir Negatif
1. Katastrofisasi (Catastrophizing)
2. Membaca Pikiran (Mind Reading)
3. Personalisasi (Personalization)
4. Berpikir hitam-putih (All-or-nothing thinking)
5. Penyaringan mental (Mental filter)
6. Pelabelan (Labeling)
7. Generalisasi berlebihan (Overgeneralization)
8. Pikiran “seharusnya” (Should statements)
9. Penalaran emosional (Emotional reasoning)
10. Pembesaran dan pengecilan dampak (Magnification / Minimization)
11. Pelabelan dan stigmatisasi (Labeling)
12. Abstraksi selektif (Selective abstraction)
13. Menyalahkan diri sendiri atau orang lain secara berlebihan (Blaming)
14. Membaca pikiran: “ramalan nasib” (Fortune telling)
15. Ilusi kontrol (Control fallacy)
Ilusi “Saya Tidak Cukup Baik”
Keluar dari Jebakan “Semuanya akan Menjadi yang Terburuk”
BAGIAN KETIGA:
Mengenali dan Mengubah Pikiran Negatif
Mengidentifikasi Kritikan Batin (Dalam Diri)
1. Rem tubuh
2. Penulisan ulang kognitif
3. Eksperimen perilaku
Jurnal Pikiran dan Latihan Kesadaran Diri
Teknik Menangkap Pikiran dan Membingkainya Kembali
Menerapkan Teknik CBT (Terapi Kognitif-Perilaku)
BAGIAN KEEMPAT:
Ilmu Berpikir Positif
Martin Seligman dan Psikologi Positif
Perbedaan emosi positif dan emosi negatif
Model PERMA sebagai pendekatan ketangguhan psikologis
Dampak Neuropsikologis Rasa Syukur
Makna dan Tujuan Hidup dalam Perspektif Otak
Harapan: Mengembangkan Optimisme dan Otot Kemauan
BAGIAN KELIMA:
Menerapkan Berpikir Positif dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemrograman Pikiran Melalui Rutinitas Pagi
Membangun Lingkungan Sosial dengan Energi Positif
Menyusun Ulang Pikiran Melalui Meditasi, Pernapasan, dan Doa
Panduan Membangun Pola Pikir Positif bagi Orang Tua dan Guru
Teknik Regulasi Sistem Saraf untuk Orang Tua dan Pendidik
1. Selaraskan ritme napas dengan detak jantung (Napas koheren)
2. Gerakkan mata secara horizontal (Pengarahan ulang visual)
3. Ingat “saat ini” melalui tubuh (Grounding-pengakaran)
4. Latih ulang otot emosional (Getaran berbasis vagus)
5. Mulai ulang sistem saraf dengan sentuhan dingin
6. Ingat refleks pelunakan tubuh
7. Latihan gema emosional
Program Latihan Harian Berpikir Positif
1. Pagi
2. Tengah hari
3. Malam
Penutup: Manifesto Hidup “Berpikir Baik, Merasa Baik, Agar Menjadi Lebih Baik”
Ingin Mengetahui Arti Beberapa Istilah yang Digunakan di Buku ini?
Ingin Mengetahui Sumber-Sumber Rujukan Buku ini?
