| Judul | : | Berpikir Baik, Merasa Baik, Menjadi Baik |
| Teknik Neurosains Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif | ||
| Penulis | : | Nevzat Tarhan |
| ISBN | : | 978-634-04-9119-7 |
| Dimensi | : | 13 x 20,5cm |
| Isi | : | 268 halaman (bookpaper) |
| Sampul | : | Soft Cover |
| Terbit | : | April 2026 |
SINOPSIS:
Satu Pikiran Bisa Mengubah Segalanya
Tidak sekadar mengajarkan kita untuk berpikir positif—buku ini menjelaskan bagaimana pikiran bekerja dan bagaimana ia diam-diam membentuk kehidupan kita.
“Aku tidak bisa.”
“Percuma saja mencoba.”
“Kenapa masalah selalu datang kepadaku?”
Bagi kita, kalimat-kalimat ini mungkin hanya keluhan sesaat. Tetapi bagi otak, pikiran yang diulang adalah sinyal biologis. Ia memperkuat jalur saraf, memengaruhi emosi, dan akhirnya menentukan cara kita bertindak. Tanpa disadari, pikiran-pikiran kecil ini perlahan membangun pola hidup kita.
Orang yang terus memprediksi kegagalan akan bertindak dengan keraguan. Mereka yang percaya hidup selalu tidak adil akan lebih mudah menangkap pengalaman negatif. Dalam jangka panjang, pikiran tidak hanya mencerminkan realitas—ia ikut membentuknya.
Melalui pendekatan ilmu saraf, psikologi kognitif, dan pengalaman klinis selama bertahun-tahun, Prof. Nevzat Tarhan menunjukkan bagaimana pikiran tertanam melalui pengulangan, bagaimana ia berubah menjadi emosi, dan bagaimana emosi tersebut mengarahkan perilaku. Buku ini membantu pembaca mengenali distorsi kognitif, memahami mekanisme otak di balik emosi, dan secara bertahap menata ulang pola pikir yang merugikan—tanpa terjebak dalam optimisme kosong (toxic positivity).
Karena pada akhirnya, kualitas hidup kita tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi pada kita, tetapi oleh bagaimana otak kita menafsirkan dan memprosesnya.
Mengubah hidup sering kali tidak dimulai dari langkah besar—melainkan dari satu pikiran yang diubah dengan cara yang benar.
Selamat menata ulang pikiran untuk hidup yang lebih baik, tenang, dan kuat.
DAFTAR ISI
Tentang Penulis
Kata Pengantar
Pendahuluan
Mengapa buku ini ditulis?
Mengapa berpikir positif?
Tetap Positif dan Penuh Harapan di Tengah Zaman Serba Negatif
BAGIAN PERTAMA: Neurosains Emosi dan Pikiran
Bagaimana Pikiran Terbentuk di Dalam Otak?
Sirkuit Saraf Pikiran Positif dan Negatif
Dua Jalur Otak: Ancaman dan Makna
Neuroplastisitas: Kekuatan Otak untuk Memperbarui Diri
Hubungan Pikiran dan Hormon: Kortisol vs Dopamin dan Serotonin
BAGIAN KEDUA: Skema Pikiran, Emosi, dan Perilaku
Segitiga Kognitif: Siklus Pikiran–Emosi–Perilaku
Teori Distorsi Kognitif Beck dan Pola Pikir Negatif
1. Katastrofisasi (Catastrophizing)
2. Membaca Pikiran (Mind Reading)
3. Personalisasi (Personalization)
4. Berpikir hitam-putih (All-or-nothing thinking)
5. Penyaringan mental (Mental filter)
6. Pelabelan (Labeling)
7. Generalisasi berlebihan (Overgeneralization)
8. Pikiran “seharusnya” (Should statements)
9. Penalaran emosional (Emotional reasoning)
10. Pembesaran dan pengecilan dampak (Magnification / Minimization)
11. Pelabelan dan stigmatisasi (Labeling)
12. Abstraksi selektif (Selective abstraction)
13. Menyalahkan diri sendiri atau orang lain secara berlebihan (Blaming)
14. Membaca pikiran: “ramalan nasib” (Fortune telling)
15. Ilusi kontrol (Control fallacy)
Ilusi “Saya Tidak Cukup Baik”
Keluar dari Jebakan “Semuanya akan Menjadi yang Terburuk”
BAGIAN KETIGA: Mengenali dan Mengubah Pikiran Negatif
Mengidentifikasi Kritikan Batin (Dalam Diri)
1. Rem tubuh
2. Penulisan ulang kognitif
3. Eksperimen perilaku
Jurnal Pikiran dan Latihan Kesadaran Diri
Teknik Menangkap Pikiran dan Membingkainya Kembali
Menerapkan Teknik CBT (Terapi Kognitif-Perilaku)
BAGIAN KEEMPAT: Ilmu Berpikir Positif
Martin Seligman dan Psikologi Positif
Perbedaan emosi positif dan emosi negatif
Model PERMA sebagai pendekatan ketangguhan psikologis
Dampak Neuropsikologis Rasa Syukur
Makna dan Tujuan Hidup dalam Perspektif Otak
Harapan: Mengembangkan Optimisme dan Otot Kemauan
BAGIAN KELIMA: Menerapkan Berpikir Positif dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemrograman Pikiran Melalui Rutinitas Pagi
Membangun Lingkungan Sosial dengan Energi Positif
Menyusun Ulang Pikiran Melalui Meditasi, Pernapasan, dan Doa
Panduan Membangun Pola Pikir Positif bagi Orang Tua dan Guru
Teknik Regulasi Sistem Saraf untuk Orang Tua dan Pendidik
1. Selaraskan ritme napas dengan detak jantung (Napas koheren)
2. Gerakkan mata secara horizontal (Pengarahan ulang visual)
3. Ingat “saat ini” melalui tubuh (Grounding-pengakaran)
4. Latih ulang otot emosional (Getaran berbasis vagus)
5. Mulai ulang sistem saraf dengan sentuhan dingin
6. Ingat refleks pelunakan tubuh
7. Latihan gema emosional
Program Latihan Harian Berpikir Positif
1. Pagi
2. Tengah hari
3. Malam
Penutup: Manifesto Hidup “Berpikir Baik, Merasa Baik, Agar Menjadi Lebih Baik”
Ingin Mengetahui Arti Beberapa Istilah yang Digunakan di Buku ini?
Ingin Mengetahui Sumber-Sumber Rujukan Buku ini?
