| Judul | : | Asmaul Husna |
| Makna dan Khasiat | ||
| Penulis | : | Syekh Tosun Bayrak al-Jerrahi |
| ISBN | : | |
| Dimensi | : | 13 x 20,5cm |
| Isi | : | 338 halaman (bookpaper) |
| Sampul | : | Soft Cover |
| Terbit | : | Maret 2026 |
SINOPSIS:
Sejauh mana kita mengenal Tuhan, Sang-Muara segala ibadah? Bagaimana mungkin kita mendekatkan diri kepada Allah—apalagi mencintai-Nya—tanpa mengenal-Nya?
Buku ini secara gemilang menunjukkan bahwa nama-nama terindah Allah tidak saja menjadi titik masuk untuk mengenal Allah, tapi juga untuk menghampirinya-Nya, bahkan untuk meneladani sifat-sifat-Nya. Sebab, asmaul husna memang bukan keberadaan-Nya, karena Dia tetap berhakikat tak terperikan. Asmaul husna merupakan pengenalan sifat-sifat-Nya dalam bahasa kemanusiaan. Dan, itu diturunkan agar Dia dijadikan panutan dalam pengembangan potensi-potensi baik dalam diri manusia.
Syekh Bayrak tak hanya menuntun kita menyelami inti makna setiap asma, tapi juga merasakan percikan keagungan (jalâl) dan keindahan (jamâl)-Nya di dalam diri kita.
Yang unik, di tangan sang guru spiritual ini, nama-nama Allah itu dapat diamalkan untuk transformasi diri dan jiwa. Setiap asma memiliki khasiat tertentu bagi orang yang membacanya dengan formulasi dan hitungan tertentu.
DAFTAR ISI
Pendahuluan
Petunjuk Mempelajari Asmaul Husna
Allâh
- Al-Rahmân: Maha Pemurah
- Al-Rahîm: Maha Penyayang
- Al-Malik: Maharaja
- Al-Quddûs: Mahasuci
- Al-Salâm: Mahasejahtera
- Al-Mu’min: Maha Mengaruniakan Keamanan
- Al-Muhaymin: Maha Memelihara
- Al-‘Azîz: Mahaperkasa
- Al-Jabbâr: Maha Memaksa
- Al-Mutakabbir: Mahamegah
- Al-Khâliq: Maha Pencipta
- Al-Bâri’: Maha Mengadakan
- Al-Mushawwir: Maha Pembentuk
- Al-Ghaffâr: Maha Pengampun
- Al-Qahhâr: Maha Mengalahkan
- Al-Wahhâb: Maha Pemberi
- Al-Razzâq: Pemberi Rezeki
- Al-Fattâh: Maha Membuka
- Al-‘Alîm: Maha Mengetahui
20, 21. Al-Qâbidh, Al-Bâsith: Maha Menyempitkan, Maha Melapangkan
22, 23. Al-Khâfidh, Al-Râfi‘: Maha Merendahkan, Maha Meninggikan
24, 25. Al-Mu‘izz, Al-Mudzill: Maha Memuliakan, Maha Menghinakan
- Al-Samî‘: Maha Mendengar
- Al-Bashîr: Maha Melihat
- Al-Hakam: Maha Menetapkan Hukum
- Al-‘Adl: Mahaadil
- Al-Lathîf: Mahahalus
- Al-Khabîr: Maha Mengetahui
- Al-Halîm: Maha Penyantun
- Al-‘Azhîm: Mahaagung
- Al-Ghafûr: Maha Pengampun
- Al-Syakûr: Maha Mensyukuri
- Al-‘Aliyy: Mahatinggi
- Al-Kabîr: Mahabesar
- Al-Hafîzh: Maha Pelestari
- Al-Muqît: Maha Pemelihara
- Al-Hasîb: Maha Penghitung
- Al-Jalîl: Mahaagung
- Al-Karîm: Maha Dermawan
- Al-Raqîb: Maha Mengawasi
- Al-Mujîb: Maha Mengabulkan
- Al-Wâsi‘: Mahaluas
- Al-Hakîm: Mahabijaksana
- Al-Wadûd: Maha Pencinta
- Al-Majîd: Mahamulia
- Al-Bâ‘its: Maha Membangkitkan
- Al-Syahîd: Maha Menyaksikan
- Al-Haqq: Mahabenar
- Al-Wakîl: Maha Memelihara Penyerahan
- Al-Qawiyy: Mahakuat
- Al-Matîn: Mahakukuh
- Al-Waliyy: Maha Melindungi
- Al-Hamîd: Maha Terpuji
- Al-Muhshî: Maha Pencatat
- Al-Mubdi’: Maha Memulais
- Al-Mu‘îd: Maha Mengulangi
- Al-Muhyî: Maha Menghidupkan
- Al-Mumît: Maha Mematikan
- Al-Hayy: Mahahidup
- Al-Qayyûm: Mahamandiri
- Al-Wâjid: Mahakaya
- Al-Mâjid: Mahamulia
- Al-Wâhid: Maha Esa
- Al-Ahad: Mahasatu
- Al-Shamad: Maha Dibutuhkan
- Al-Qâdir: Mahakuasa
- Al-Muqtadir: Maha Menentukan
- Al-Muqaddim: Maha Mendahulukan
- Al-Mu’akhkhir: Maha Mengakhirkan
- Al-Awwal: Mahaawal
- Al-Âkhir: Mahaakhir
- Al-Zhâhir: Mahanyata
- Al-Bâthin: Maha Tersembunyi
- Al-Wâlî: Maha Memerintah
- Al-Muta‘âlî: Mahatinggi
- Al-Barr: Maha Berbajikan
- Al-Tawwâb: Maha Penerima Tobat
- Al-Muntaqim: Maha Pembalas
- Al-‘Afûww: Maha Pemaaf
- Al-Ra’ûf: Maha Pengasih
- Mâlik Al-Mulk: Maha Menguasai Kerajaan
- Dzû al-Jalâl wa al-Ikrâm: Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan
- Al-Muqsith: Maha Mengadili
- Al-Jâmi‘: Maha Mengumpulkan
- Al-Ghaniyy: Mahakaya
- Al-Mughnî: Maha Pemberi Kekayaan
- Al-Mâni‘: Maha Mencegah
- Al-Dhârr: Maha Pemberi Bahaya
- Al-Nâfi‘: Maha Pemberi Manfaat
- Al-Nûr: Maha Bercahaya
- Al-Hâdî: Maha Pemberi Petunjuk
- Al-Badî‘: Maha Pencipta Yang Baru
- Al-Bâqî: Mahakekal
- Al-Wârits: Maha Mewarisi
- Al-Rasyîd: Mahapandai
- Al-Shabûr: Maha Penyabar
