| Judul | Terapi Berpikir Positif |
| Mengapa Pikiranmu Diam-Diam Menghambat Hidupmu (dan Bagaimana Mengubahnya) | |
| Penulis | Dr. Nevzat Tarhan |
| ISBN | |
| Dimensi | 13 x 20,5cm |
| Isi | 268 halaman |
| Sampul | SoftCover |
| Terbit | Oktober 2026 |
Kenali pikiranmu.
Pahami cara kerjanya.
Ubah pola yang merusak.
Buku ini tidak sekadar mengajarkan cara berpikir, tetapi menjelaskan bagaimana cara berpikir yang benar.
“Aku memang tidak bisa.”
“Apa pun yang kulakukan tidak ada manfaatnya.”
“Kenapa semua masalah selalu menimpaku?”
Kalimat-kalimat seperti ini sering terdengar sepele. Namun tanpa disadari, otak kita memperlakukan pikiran-pikiran tersebut sebagai kenyataan—lalu perlahan membentuk cara kita menjalani hidup.
Mereka yang terus meyakini bahwa dirinya akan gagal, sering kali benar-benar mengalami kegagalan. Mereka yang merasa hidupnya selalu dipenuhi masalah, cenderung terus menemukan masalah. Dan mereka yang percaya bahwa usahanya tidak akan berhasil, perlahan kehilangan kekuatan untuk berjuang.
Di sinilah buku ini hadir. Prof. Tarhan—psikiater dengan pengalaman klinis puluhan tahun— menunjukkan bagaimana pikiran negatif bekerja di dalam otak, dan bagaimana kita dapat mengubahnya menjadi pola pikir yang lebih sehat, kuat, dan membangun.
Dengan pendekatan ilmiah dari psikologi modern dan pemahaman tentang cara kerja otak, buku ini mengajak pembaca keluar dari jebakan suara batin yang melemahkan diri, menuju cara berpikir yang lebih jernih dan realistis.
Karena ketika cara berpikir berubah, cara merasa ikut berubah. Dan ketika cara merasa berubah, hidup pun perlahan ikut berubah.
Mengubah satu pikiran bisa berarti mengubah satu kehidupan. Pertanyaannya kini, mengapa perubahan itu tidak dimulai dari hidup kita sendiri?
DAFTAR ISI
Tentang Penulis
Kata Pengantar
PENDAHULUAN
Mengapa Buku ini Ditulis?
Mengapa Berpikir Positif?
Tetap Positif dan Penuh Harapan di Tengah Zaman Serba
Negatif
BAGIAN PERTAMA:
Neurosains Emosi dan Pikiran
Bagaimana Pikiran Terbentuk di Dalam Otak?
Sirkuit Saraf Pikiran Positif dan Negatif
Dua Jalur Otak: Ancaman dan Makna
Neuroplastisitas: Kekuatan Otak untuk Memperbarui Diri
Hubungan Pikiran dan Hormon: Kortisol vs Dopamin dan Serotonin
BAGIAN KEDUA:
Skema Pikiran, Emosi, dan Perilaku
Segitiga Kognitif: Siklus Pikiran–Emosi–Perilaku
Teori Distorsi Kognitif Beck dan Pola Pikir Negatif
1. Katastrofisasi (Catastrophizing)
2. Membaca Pikiran (Mind Reading)
3. Personalisasi (Personalization)
4. Berpikir hitam-putih (All-or-nothing thinking)
5. Penyaringan mental (Mental filter)
6. Pelabelan (Labeling)
7. Generalisasi berlebihan (Overgeneralization)
8. Pikiran “seharusnya” (Should statements)
9. Penalaran emosional (Emotional reasoning)
10. Pembesaran dan pengecilan dampak (Magnification/ Minimization)
11. Pelabelan dan stigmatisasi (Labeling)
12. Abstraksi selektif (Selective abstraction)
13. Menyalahkan diri sendiri atau orang lain secara berlebihan (Blaming)
14. Membaca pikiran: “ramalan nasib” (Fortune telling)
15. Ilusi kontrol (Control fallacy)
Ilusi “Saya Tidak Cukup Baik”
Keluar dari Jebakan “Semuanya akan Menjadi yang Terburuk”
BAGIAN KETIGA:
Mengenali dan Mengubah Pikiran Negatif
Mengidentifikasi Kritikan Batin (Dalam Diri)
1. Rem tubuh
2. Penulisan ulang kognitif
3. Eksperimen perilaku
Jurnal Pikiran dan Latihan Kesadaran Diri
Teknik Menangkap Pikiran dan Membingkainya Kembali
Menerapkan Teknik CBT (Terapi Kognitif-Perilaku)
BAGIAN KEEMPAT:
Ilmu Berpikir Positif
Martin Seligman dan Psikologi Positif
Perbedaan emosi positif dan emosi negatif
Model PERMA sebagai pendekatan ketangguhan psikologis
Dampak Neuropsikologis Rasa Syukur
Makna dan Tujuan Hidup dalam Perspektif Otak
Harapan: Mengembangkan Optimisme dan Otot Kemauan
BAGIAN KELIMA:
Menerapkan Berpikir Positif dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemrograman Pikiran Melalui Rutinitas Pagi
Membangun Lingkungan Sosial dengan Energi Positif
Menyusun Ulang Pikiran Melalui Meditasi, Pernapasan, dan Doa
Panduan Membangun Pola Pikir Positif bagi Orangtua dan Guru
Teknik Regulasi Sistem Saraf untuk Orangtua dan Pendidik
1. Selaraskan ritme napas dengan detak jantung (Napas koheren)
2. Gerakkan mata secara horizontal (Pengarahan ulang visual)
3. Ingat “saat ini” melalui tubuh (Grounding-pengakaran)
4. Latih ulang otot emosional (Getaran berbasis vagus)
5. Mulai ulang sistem saraf dengan sentuhan dingin
6. Ingat refleks pelunakan tubuh
7. Latihan gema emosional
Program Latihan Harian Berpikir Positif
1. Pagi—228
2. Tengah hari—229
3. Malam—230
Penutup: Manifesto “Berpikir Baik, Merasa Baik, Agar Hidup Lebih Baik”
Ingin Mengetahui Arti Beberapa Istilah yang Digunakan di Buku ini?
Ingin Mengetahui Sumber-Sumber Rujukan Buku ini?
