| Judul | : | Living with the Qur’an |
| Temukan Panduan Pribadimu dalam Menjalani Hidup Hari Ini | ||
| Penulis | : | Wahid Ahtar Baihaqi |
| ISBN | : | |
| Dimensi | : | 13 x 20,5cm |
| Isi | : | 265 halaman (bookpaper) |
| Sampul | : | Soft Cover |
| Terbit | : | Juli 2026 |
SINOPSIS:
Lewat Living with the Qur’an, aku disadarin sama hal-hal kecil yang sebenernya Allah seperhatian itu sama kita, tapi kitanya aja yang nggak mau diperhatiin. Malah cari jawaban ke manusia, yang ujungnya apa? Kecewa. Nurul Tyla (Book Yapper).
“Dengan gaya bahasa kekinian dan pendekatan yang ringan namun tetap berbasis ilmiah, penulis mampu menjawab berbagai fenomena modern—mulai dari budaya flexing, gemar klarifikasi, kecemasan masa depan, hingga etika bermedia sosial.” Ust. Fazal Himam, Lc. (Founder Sekolah Tafsir)
Berhasil menjembatani pesan-pesan teoretis Al-Qur’an dengan problem keseharian manusia. Kitab suci umat Islam ini tidak hanya menjadi objek kajian akademik, tapi juga sumber refleksi dan transformasi hidup. Prof. Aksin Wijaya (Dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo).
****
Di tengah hidup yang serba cepat, kita sering berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana tapi mengganggu: kenapa harus klarifikasi kalau tidak salah? Kenapa ibadah terasa hambar? Kenapa hati mudah gelisah padahal hidup baik-baik saja?
Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai bacaan, tetapi juga sebagai teguran, pelukan, dan cermin yang jujur bagi manusia.
Buku ini mengajak kita melihat kembali pesan-pesan Al-Qur’an dengan cara yang lebih dekat, reflektif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan kontekstual yang ringan namun tetap bernilai ilmiah, buku ini menghadirkan tafsir yang tidak berhenti di ruang kelas atau kitab tebal, tetapi turun ke ruang-ruang hidup kita: media sosial, relasi, pekerjaan, ego, dan luka-luka kecil yang sering kita abaikan.
Setiap tulisan di dalamnya seperti percakapan yang jujur—kadang lembut, kadang menohok—tentang bagaimana seharusnya manusia menjalani hidup: tidak berlebihan, tidak kehilangan arah, dan tidak jauh dari Tuhan yang sebenarnya selalu dekat.
Ini bukan buku yang menggurui.
Ini buku yang mengajak kita berhenti sejenak, lalu bertanya dengan jujur: “sejauh mana sebenarnya aku sudah dekat dengan pesan Al-Qur’an?”
Kalau kamu merasa hidup perlu lebih jernih, lebih tenang, dan lebih sadar arah—buku ini mungkin sedang bicara padamu.
Isi Buku
BAB 1 MEMBACA DIRI DAN JEDA KESADARAN
• Cara Terbaik untuk Move On
• Hidup Perlu Keseimbangan
• Boleh Benci, Asal …
• Mengapa Sedikit Sekali Kalian Bersyukur?
• Perubahan Harus Berawal dari Diri Sendiri
• Sekeras Apa Hatimu?
BAB 2 TUHAN DAN HATI MANUSIA
• Allah itu Jauh atau Dekat, sih?
• Bersabarlah, Niscaya Kau Dibersamai Tuhan
• Kasih Sayang Tuhan yang Unlimited
• Jangan Khawatirkan Rezeki dan Masa Depanmu
• Buatlah Tuhan Jatuh Cinta Padamu
• Bertakwa itu Semampunya, Bukan Seenaknya
• Seberapa Jauh Kau Meninggalkan Al-Qur’an?
BAB 3 IBADAH, IMAN, DAN KEJUJURAN DIRI
• Iman Tanpa Amal Saleh itu Gombal
• Jangan Membercandai Tuhan dengan Shalatmu
• Jangan Plin Plan dalam Beragama
• Upayakan Ucapanmu Konsisten dengan Perbuatanmu
• Beragama Jangan Nanggung
BAB 4 MANUSIA DI RUANG SOSIAL
• Sendal aja Berpasangan, Truk aja Gandengan
• Kalau Nggak Salah, Kenapa Klarifikasi?!
• Sedekah kok Dipamerin?
• Jaga Pandanganmu, Jangan Urusi Jilbab Orang Lain
• Jangan Berlagak Congkak dengan Knalpot Brongmu
• Jangan Keterlaluan Mengejar Kemewahan Duniawi
• Kalau Sudah Kaya Kehilangan Akhlak
• Tuhan Membenci Orang Lebay
BAB 5 AL-QUR’AN MENEGUR CARA HIDUP KITA
• Jangan Sampai Telingamu Tuli, Lisanmu Kelu, dan Matamu Buta
• Menggapai Kebaikan Perlu Pengorbanan
• Lembut dan Penuh Kasih, Bukan Keras Menghakimi
• Tabiat Buruk Manusia dalam Al-Qur’an
BAB 6 HIDUP, DUNIA, DAN PULANG YANG SEBENARNYA
• Masuk Surga Jalur Nebeng
• Hayatan Thayyibah, Kehidupan yang Ideal
• Cukup, Tak Perlu Berlebih
Tentang Penulis
