Judul Kaidah-Kaidah Tasawuf
RUJUKAN UTAMA PENDIDIKAN SPIRITUAL
Penulis ‘Abdul Wahhâb al-Sya‘rânî
ISBN
Dimensi 15 x 23cm
Isi 558 halaman; Bookpaper
Sampul SoftCover
Terbit Juni 2023

Sinopsis

Buku ini layak dipandang sebagai buku pendidikan spiritual yang ditulis mendalam, meliputi adab-adab ber-tarekat, kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya, rahasia-rahasianya, dzawq-nya, amsal-amsal-nya, konsekuensi-konsekuensinya, risiko-risikonya, tingkatan-tingkatannya, dan futûh-nya.

Lebih dari itu, buku ini juga mempresentasikan cakrawala pemikiran para tokoh besar sufi. Al-Sya‘rânî menghimpun koleksi pendapat para tokoh ilmu, di antaranya al-Sayyid Ibrâhîm al-Dasûqî, al-Sayyid ‘Alî Wafâ, al-Sayyid al-Mursî, al-Sayyid al-Syanâwî, al-Sayyid al-Aqsharî, al-Sayyid al-Kattânî dan al-Sayyid ‘Alî al-Murshafî. Dengan semua itu, al-Sya‘rânî telah memelihara istisari tak ternilai pendapat-pendapat para quthb yang telah merealisasikan tasawuf dalam dzawq dan sulûk.

Buku ini dianggap sebagai salah satu karya al-Sya‘rânî yang paling agung sekaligus paling tipis. Karya ini merupakan simbol dari puncak ruhani dan tingkatan keilmuan yang telah dicapai olehnya. Buku ini ditulis pada masa-masa akhir hidupnya sehingga menjadi gambaran sempurna bagi berbagai mujahadah, dzawq, dan ilmu-ilmunya.

Buku ini disusun oleh Al-Sya‘rânî sesudah beliau menulis kitab al-Anwâr al-Qudsiyyah fî Bayâni al-‘Uhûd al-Muhammadiyyah, yang menjadi haluan sempurna bagi para penempuh jalan menuju Allah, juga menjadi metode utama untuk penggalian kesempurnaan iman.

 

Isi Buku

MENGENAL SANG IMAM — 5

  • Keluarga al-Sya‘rânî — 5
  • Kelahiran dan Pertumbuhan al-Sya‘rânî — 7
  • Perjalanan Menuju Allah —9
  • Al-Sya‘rânî dan al-Khawwâsh —10
  • Kedudukan al-Sya‘rânî —13
  • Akhlak al-Sya‘rânî —14
  • Al-Sya‘rânî dan Karya-karyanya —16
  • Tentang Buku ini 17

PENGANTAR —19

PENDAHULUAN —29

  • Sandaran Talqîn Sufi —38
  • Adab-Adab Zikir —47
  • Buah Talqin —55
  • Sandaran Kaum Sufi dalam Mengenakan Khirqah —67

ADAB-ADAB MURID KEPADA DIRI SENDIRI —71

  • Tobat —74
  • Pilar-Pilar Tarekat —77
  • Menghindari Nafsu —81
  • Jujur dalam Tobat —83
  • Bagaimana Murid Mencari Guru? — 83
  • Sufi: Orang yang Sangat Alim —84
  • Hanya Satu Guru —86
  • Mendalami Agama Merupakan Kunci Tarekat —88
  • Bersiaga —89
  • Keterikatan kepada Syekh —91
  • Terapi Jiwa —93
  • Zikir Menerangkan Hati —93
  • Mengambil Guru Lain Setelah Guru Pertama Wafat —95
  • Ujian Seorang Murid —96
  • Berbagai Hal yang Memutus Murid —99
  • Bolehkah Seorang Murid Memberi Janji kepada Perempuan —101
  • Kapan Seorang Murid Boleh Memberikan Bimbingan —103
  • Antara Syariat dan Hakikat —104
  • Pesta-Pesta itu Menghancurkan —105
  • Mendidik Nafsu —106
  • Menjaga Perjanjian dengan Allah —107
  • Kebaikan dan Keburukan —108
  • Maqam Tajarrud —109
  • Tekad yang Kuat —110
  • Menghindari Majelis Orang-Orang Lalai —111
  • Murid Pencari Ilmu —112
  • Petaka-Petaka Hati —113
  • Doa Sebelum Shalat Subuh —113
  • Tidak Ada Zikir Setelah Musyâhadah —114
  • Tidak Mengurusi Hal-Hal Lahiriah Kecuali Sekadar Darurat —117
  • Terus-menerus Berzikir Setiap Waktu —124
  • Lebih Mementingkan Orang Lain daripada Diri Sendiri —127
  • Murid yang Benar nan Tulus —129
  • Jangan Mengaku Diri —138
  • Rahasia Tarekat Ada di Dalam Wirid-wiridnya —138
  • Bagaimana Seorang Murid Menjadi —142
  • Bagaimana Seorang Murid Memilih Guru Syariat —144
  • Dengan Dzikrullâh Hati Menjadi Tenang —151
  • Manusia Murni —154
  • Suci Lahir Batin —159
  • Menjadi Murid yang Benar nan Tulus —165
  • Jangan Berpaling —167
  • Ibadah dan Futûh —170
  • Fase-Fase Murîd —1 71
  • Zuhud —173
  • Syarat Murid yang Benar nan Tulus —181
  • Bentuk-Bentuk Penyakit Nafs —186
  • Bagaimana Murid Sampai ke Hadirat al-Haqq —188
  • Syekh Abû al-Hajjâj al-Aqsharî r.a. Menasihati Murid —189
  • Persaudaraan dalam Tarekat —208
  • Para Wali Allah Hidup di Dalam Kubur Mereka — 209
  • Wirid Paling Utama —211

ADAB-ADAB MURID KEPADA SYEKH —217

  • Kelembutan Cinta —219
  • Sifat-Sifat Para Pencinta —220
  • Bahasa Para Pencinta —222
  • Tidak Sah Memasuki Tarekat Sebelum Bertobat —233
  • Meminta Izin kepada Syekh —239
  • Mencintai Syekh, Tidak Sekadar Meyakini —255
  • Tidak Berkata Mengapa kepada Syekh —270
  • Berkhidmat kepada Orang yang Ditunjuk Syekh untuk Dilayaninya —276
  • Tidak Boleh Menentang Syekh —282
  • Bersabar atas Sikap Keras Sang Syekh —285
  • Tanda-Tanda Keberhasilan Murid —286
  • Segera Berdamai dengan Syekh —320
  • Mengadukan Khawatir kepada Syekh —321
  • Menakwil Tindakan-Tindakan Syekh —324
  • Besegera Melaksanakan Perintah Syekh —365
  • Berdoa Agar Tidak Sampai Melihat Sedikit pun Aib Syekh —380
  • Kriteria Syekh —403
  • Syarat bagi Orang yang Men-talqin-kan Zikir kepada Murid —405
  • Syarat Bagi Orang yang Memakaikan Khirqah —405
  • Syarat bagi Orang yang Menurunkan Rumbai Sorban —406
  • Syarat bagi Orang yang Memasukkan Murid ke Dalam Khalwat —407
  • Kewajiban Murid yang Memasuki Khalwat —408
  • Buah Khalwat — 413

ADAB MURID TERHADAP SESAMA 430

PENUTUP —503

Adab-Adab dan Syarat-Syarat Umum bagi Murid dan Syekh —503

Informasi Tambahan

Dimensi 23 × 15 × 2,5 cm